Friday, March 20, 2020

Berita Corona Virus di Depok



RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Mulai 20 Maret sampai 4 April 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan keagamaan bersifat massal di tempat-tempat ibadah dalam upaya menekan penyebaran virus Korona. 
“Kami bersepakat melarang kegiatan keagamaan yang bersifat massal (jamaah) untuk semua agama, termasuk di dalamnya salat Jumat di masjid, misa di gereja dan sejenisnya, serta melaksanakan ibadah untuk sementara waktu di rumah masing-masing,” jelas Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam pernyataannya di Balai Kota Depok didampingi beberapa pejabat publik lainnya.
Idris mengungkapkan, sampai larangan tersebut berakhir 4 April 2020. Warga diminta untuk beribadah di dalam rumah.
“Larangan ini berlaku mulai tanggal 20 Maret 2020 sampai dengan 4 April 2020,” tambahnya.
Dia menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama percepatan penanganan Covid-19 di Kota Depok dalam kegiatan keagamaan. 
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Kota Depok, Jumat (20/3) pagi ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota (Forkominko) Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pimpinan agama lainnya di Kota Depok.
Idris menambahkan, Virus Korona merupakan pandemik global dan penyebarannya demikian cepat baik Indonesia, Jabodetabek dan termasuk di Kota Depok. Untuk menghambat penyebaran virus Korona ini, pemerintah membuat strategi social distancing (membatasi sosial) dan physical distancing (membatasi fisik).
Pemkot Depok juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait kasus Korona ini. Salah satunya ASN atau PNS bisa melaksanakan tugasnya dari rumah.
“Kami juga telah menutup sejumlah fasilitas umum, seperti salah satunya Alun-alun Kota Depok untuk menghindari keramaian warga. Kegiatan car free day di Kota Depok juga ditiadakan dan warga diimbau berdiam diri di rumah selama 14 hari,”tutupnya. (rd)
Share:

0 comments:

Post a Comment