• Selamat Datang Di Website Ponpes Darul Sholihin

    Menghasilkan generasi Muslim yang berkualitas, “Smart Outside, Piety Inside”.

  • Visi

    Mencetak ulama ahlul-Qur`an yang waratsatul anbiya` dan akademisi Muslim yang sejati..

  • Misi

    Mendidik putra-putri generasi Muslim untuk mencintai dan mengamalkan isi kandungan al-Qur`an serta mendalami berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Sunday, August 30, 2020

Wanita Masuk Islam


Alhamdulillah pada Hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2020. M. / 10 Muharam 1442 H. di Pondok Pesantren Modern Darus-Sholihin telah berlangsung kegiatan Masuk Islam seorang Gadis bernama Mila Ayu Ningrum. Dalam pengucapan Dua Kalimat Syahadat nya di bimbing oleh Dr. KH. Ahmad Dimyathi Bafruzzaman, MA. dan  disaksikan oleh Drs. Chairul Hadi, MM, Tita Radhiatan Mardiah, S.Th.I, dan Wahyudin, S.Sos.


Share:

Wednesday, April 22, 2020



Assalamualaikum wr. wb.
Kami segenap Pimpinan dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Modern Darus-Sholihin mengucapkan : Marhaban ya Ramadhan. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Tahun 1441 H. Semoga ibadah puasa ditahun ini Allah memberikan kesabaran buat kita semua dalam menghadapi wabah Corona yang banyak menelan korban jiwa. Semoga wabah Corona cepat berlalu dengan tetap mengikuti arahan Pemerintah dan dengan memperbanyak Ibadah, berinfak / bersedekah. Aamiin.
Waasalamualaikum wr. wb.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern
Darus-Sholihin,

Dr. KH. Ahmad Dimyathi Badruzzaman, MA.

Share:

Saturday, April 18, 2020

Kajian Ilmu oleh :
Dr. KH. Ahmad Dimyathi Badruzzaman, MA.
Tema :
Panjang atau Pendek Bacaan Imam



Share:

Ceramah agama oleh : Dr. KH.  Ahmad Dimyathi Badruzzaman, MA.





Share:

Tuesday, April 14, 2020

MUI Depok Dukung Fatwa MUI Pusat Soal Ibadah di Tengah Corona





REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok turut mendukung Fatwa MUI Pusat terkait antisipasi penyebaran Coronavirus atau Covid-19. Salah satunya terkait penyelenggaraan ibadah salat berjamaah di masjid.
Ketua Umum (Ketum) MUI Depok, Ahmad Dimyati Badruzzaman mengatakan, imbauan ini merujuk pada Fatwa MUI Pusat Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Covid-19.
"Untuk yang sehat dan belum diketahui atau diyakini tidak terinfeksi virus, namun berada di suatu kawasan yang potensi penularan virusnya tinggi, maka ia boleh mengganti Shalat Jumat dengan Zuhur di rumah," ujar Dimyanti dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (18/3).
Dia mengutarakan, berdasarkan ketentuan hukum fikih diperbolehkan seperti itu. "Inikan situasi dan kondisinya dalam keadaan darurat, daripada menularkan kepada yang lain," tegasnya Dimyati.
Lanjut Dimyati, adapun bagi yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri, agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Termasuk, diperbolehkan untuk sementara tidak shalat lima waktu, tarawih, dan Id di masjid atau kegiatan keagamaan seperti pengajian.
"Untuk orang yang sehat harus menjalankan kewajiban ibadah seperti biasa dan wajib menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19. Di antaranya tidak kontak fisik langsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan), membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun," jelasnya.

Dia mengimbau agar setiap masjid dan mushola yang ada di Kota Depok lebih menjaga kebersihan. "Terutama rutin membersihakn sarana dan prasaran masjid agar dapat terhindar dari virus dan penyakit berbahaya. Kebersihan itu kewajiban karena kebersihan sebagian dari iman," tutur Dimyati.

Diharapkan Dimyati, kepada masyarakat Kota Depok untuk tidak melakukan hal yang menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok serta masker dan menyebarkan informasi hoax terkait Covid-19 karena  hukumnya haram. Kemudian menyikapi dengan tenang banyak berzikir sholawat berdoa agar masyarakat dijaga oleh Allah SWT.
"Sebaiknya kita tidak panik dan memperbanyak dzikir, sholawat dan doa agar penyakit ini segera sirna. Jangan lupa selalu terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," harapnya.
Menurut Dimyati, fatwa ini juga mengatur pengurusan jenazah yang terpapar Covid-19. Saat memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis oleh pihak yang berwenang, namun tetap memperhatikan ketentuan syariat.
"Mudah-mudahan pemerintah menjadikan fatwa ini sebagai pedoman dalam menetapkan kebijakan penanggulangan Covid-19. Apalagi terkait dengan masalah keagamaan dan umat Islam wajib menaatinya," pungkasnya. 

Share:

Friday, March 20, 2020

Berita Corona Virus di Depok



RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Mulai 20 Maret sampai 4 April 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan keagamaan bersifat massal di tempat-tempat ibadah dalam upaya menekan penyebaran virus Korona. 
“Kami bersepakat melarang kegiatan keagamaan yang bersifat massal (jamaah) untuk semua agama, termasuk di dalamnya salat Jumat di masjid, misa di gereja dan sejenisnya, serta melaksanakan ibadah untuk sementara waktu di rumah masing-masing,” jelas Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam pernyataannya di Balai Kota Depok didampingi beberapa pejabat publik lainnya.
Idris mengungkapkan, sampai larangan tersebut berakhir 4 April 2020. Warga diminta untuk beribadah di dalam rumah.
“Larangan ini berlaku mulai tanggal 20 Maret 2020 sampai dengan 4 April 2020,” tambahnya.
Dia menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama percepatan penanganan Covid-19 di Kota Depok dalam kegiatan keagamaan. 
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Kota Depok, Jumat (20/3) pagi ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota (Forkominko) Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pimpinan agama lainnya di Kota Depok.
Idris menambahkan, Virus Korona merupakan pandemik global dan penyebarannya demikian cepat baik Indonesia, Jabodetabek dan termasuk di Kota Depok. Untuk menghambat penyebaran virus Korona ini, pemerintah membuat strategi social distancing (membatasi sosial) dan physical distancing (membatasi fisik).
Pemkot Depok juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait kasus Korona ini. Salah satunya ASN atau PNS bisa melaksanakan tugasnya dari rumah.
“Kami juga telah menutup sejumlah fasilitas umum, seperti salah satunya Alun-alun Kota Depok untuk menghindari keramaian warga. Kegiatan car free day di Kota Depok juga ditiadakan dan warga diimbau berdiam diri di rumah selama 14 hari,”tutupnya. (rd)
Share:

Tuesday, March 10, 2020

Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Modern Darus - Sholihin





Assalamualaikum wr. wb.
Dalam rangka memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, kami pengurus pesantren memberikan kesempatan kepada bapak/ibu menitipkan putra/putri nya untuk menjadi santri/santriwati di Pondok Pesantren Modern Darus-Sholihin. Adapun pendaftaran dibuka pada bulan Februari s/d Mei 2020.

Tempat Pendaftaran :
Pondok Pesantren Modern Darus-Sholihin
Jl. H. Sulaiman No. 03, Kel. Bedahan, Kec. Sawangan, Kota Depok

Waktu Pendaftaran :
Senin s/d Minggu, pukul 08.00 - 17.00 WIB.

Demikian hal ini disampaikan untuk diketahui

Depok, Maret 2020
Pondok Pesantren Modern Darus-Sholihin
Pimpinan,


DR. KH. Ahmad Dimyathi Badruzzaman, MA.





Share:

Monday, March 9, 2020

Kesempatan Ber-Ladang Amal untuk Pembangunan Gedung Tahfizh Qur'an di Pondok Pesantren Darus-Sholihin, Bedahan, Sawangan, Depok





Kepada Bapak / Ibu, Saudara-saudarku para hartawan yang dimulyakan Allah SWT

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dengan ini kami mengajak ber-investasi untuk kehidupan kekal kelak diakhirat. Berinfaq dan bersadaqah dalam program "KESEMPATAN BER-LADANG AMAL", untuk Pembangunan Gedung Tahfizh Qur'an Pondok Pesantren Darus Sholihin Jl. H. Sulaiman No. 3, Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Indonesia 16519.

Donasi ke :
BANK SYARIAH MANDIRI
NO. REK. 713 768 5428
A/N. YAYASAN DARUS SHOLIHIN
( SWIFT CODE : BSMDIDJA )
Konfirmasi / SMS :
0831 3678 8115

Demikian terima kasih atas perhatiannya dan semoga menjadikan amal jariyah sepanjang masa, walaupun kelak kita sudah meninggal dunia Insya Allah pahala akan mengalir terus. Aamiin ya rabbal 'alamin.....

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

DR. KH. Ahmad Dimyathi Badruzzaman, MA
( Pengasuh Pondok Pesantren Darus Sholihin / Ketua Umum MUI Kota Depok ).




Share:

Tuesday, January 14, 2020

Tanggapi Kasus LGBT, MUI Minta Orang Tua dan Tokoh Masyarakat Awasi Pendidikan Anak dan Remaja

Tanggapi Kasus LGBT, MUI Minta Orang Tua dan Tokoh Masyarakat Awasi Pendidikan Anak dan Remaja

Depok-Kasus penyimpangan sosial seperti Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang dilakukan oleh Reynhard Sinaga di Inggris, sangat membuat miris tidak hanya rakyat Indonesia, tapi juga warga Kota Depok. Hal ini mendapatkan perhatian khusus dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, melalui Ketuanya, KH. Ahmad Dimyati Badruzzaman sangat prihatin dan meminta semua pihak untuk turut aktif dalam mengantisipasi agar kasus serupa tidak terulang lagi.
“Kami sangat prihatin mengenai informasi (Reynhard-red) tersebut. Kami berharap dan berusaha agar hal tersebut jangan sampai tidak terulang lagi. Untuk itu, kepada para oirang tua, tokoh-tokoh agama dan umaro kami minta untuk memperhatikan anak-anak apalagi usia remaja agar mengawasi dan jangan terpengaruh kepada hal-hal negatif, juga diarahkan kepada pendidikan akhal seperti di pesantren,” ujar Kiai Dimyati, Selasa, (14/01/2020).
Ditambahkannya, untuk pengawasan di lapangan atau di tempat umum lainnya mesti ada kerjasama dari banyak pihak terutama pihak keamanan Satuang Pamong Praja (Satpol PP) atau pihak kepolisian untuk menindak dan mengamankan agar lebih baik kondisi di lapangan.
“Kami dari ulama akan terus melakukan amar maruf nahi munkar. Dan dari MUI akan didorong program-program di komisi terkait antisipasi penyimpangan sosial. Seperti pada Komisi anak dan remaja atau Komisi infokom untuk membuat program yang merangkul anak-anak muda sehingga memiliki ruang-ruang positif sesuai ajaran agama di kehidupan nyata atau di dunia internet,” tambahnya
Dukung Tindakan Wali Kota
Sementara itu, secara terpisah Sekretaris MUI Kota Depok H. Khairulloh Ahyari juga mendukung langkah Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang akan memberantas perilaku menyimpang LGBT.
“Karena perilaku LGBT tersebut dapat menyebabkan kerusakan agama dan sosial, merusak tatanan keluarga, serta penyebaran penyakit HIV/ AIDS. Oleh karena itu diperlukan kokohnya ketahanan keluarga,” tutur Khairullah.
Menurutnya, sejak kecil anak-anak perlu dibekali dengan pemahaman keagamaan yang baik serta pengetahuan tentang perilaku hidup sehat. “Orangtua harus mengarahkan pergaulan dan aktivitas anak-anak kepada hal yang positif.
Dan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat juga sangat diperlukan. Demikian juga lembaga pendidikan memiliki peran sangat strategis dalam pembinaan anak2 dan remaja dlm membina dan mengarahkan anak-anak dari perilaku menyimpang LGBT,” ungkapnya.
Diketahui, Reynhard Sinaga merupakan anak pertama dari pasangan Saibun Sinaga dan Normawaty Silaen (berita sebelumnya ditulis Nyonya Sitorus).
Reynhard Sinaga, dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris karena terbukti bersalah melakukan tindakan pemerkosaan sebanyak 159 kasus dan serangan seksual terhadap 48 korban pria selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.
Pria bernama lengkap Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga tersebut merupakan lulusan Strata 1 atau S1 Teknik Arsitektur Universitas Indonesia pada Juli 2006.
Di kampus kuning tersebut, Reynhard membuat judul skripsi yang diambil oleh mahasiswa UI angkatan 2002 itu adalah Power Architecture. Reynhard Sinaga memutuskan pergi ke Manchester untuk mengambil studi magister atau S2 pada tahun 2007.(yo)

Ormas Islam Di Depok Sepakat Perangi LGBT


Dukungan masyarakat atas langkah Wali Kota Depok yang akan memerangi Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) terus mengalir. Tak hanya dari individu, Ormas Islam pun turut memberikan support kepada Pemerintah Kota Depok dalam hal ini wali kota.
“Seharusnya Komnas HAM mendukung wali kota, karena pada dasarnya kebijakan wali kota itu untuk membentengi generasi muda khususnya,” ujar KH Dimyati Badruzaman, Ketua MUI Kota Depok, kemarin.
Hal itu, kata dia, penting dilakukan agar generasi muda terhindar dan terjaga dari perbuatan yang akan mendatangkan laknat Tuhan YME.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, H Idrus Yahya.
Dikatakannya, PDM Depok jauh sebelumnya sudah meminta kepada wali kota Depok untuk bertindak menangani LGBT.
“Alhamdulillah Pak Wali sudah menginstruksikan ada aksi terhadap LGBT yang merupakan penyakit masyarakat,” tandasnya.
Setelah dilakukan razia, sambungnya, pemerintah harus bisa mengobati mereka kembali kepada prilaku yang diridhoi Allah SWT.
“Kami sangat mendukung upaya pencegahan agar tidak meluas dan menularnya penyakit masyarakat kepada generasi muda bangsa Indonesia ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan pihaknya akan mendirikan crisis center atas kolaborasi beberapa instansi seperti pemerintah, kepolisian, TNI, komunitas peduli keluarga dan lainnya.
“Kami juga akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mendudukkan posisi dan segmentasi warga yang hidup di Negara ini. Begitu juga dengan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah,” ungkapnya.
Yang pasti, kata dia, seluruh agama menolak LGBT termasuk Indonesia Negara yang beragama.
“Jadi itu yang harus dikedepankan, kalau memang peraturan perundangan positif nanti akan dikonsultasikan ke pemerintah pusat. Crisis center baru akan dibentuk, yang ada adalah kelompok-kelompok yang memang menangani masalah ini, teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji














Share: